Gejala Sipilis Serta Pengobatannya Pada Pria dan Wanita

Cilacap, 2017/3/17Gejala Sipilis Serta Pengobatannya Pada Pria dan Wanita – Sebagian besar orang pasti sudah tahu atau paling tidak pernah mendengar tentang penyakit sifilis, tapi tentu sedikit sekali yang mengenal dengan jelas gejala-gejala penyakit ini. Pengobatan penyakit sipilis pada laki-laki dan wanita sebetulnya tidak berbeda jauh dgn pengobatan penyakit sifilis pada pria dan ataupun wanita, namun jika penyakit ini tidak diobati atau pengobatan tidak dilakukan hingga tuntas dapat membuat penyakit sifilis berkembang dalam empat tahap (primer, sekunder, laten, dan tahap akhir), tiap tahap menunjukan gejala yang berbeda-beda. baca: http://www.kaosnakal.com/2016/12/kemaluan-keluar-nanah.html

obat raja singa

Gejala dari penyakit sifilis pada tahap primer biasanya berkembang dalam kurun waktu antara 10 sampai 90 hari sejak pertama kali terinfeksi, dan yang paling sering adalah setelah sekitar tiga minggu. Gejala umum biasanya tanpa ada rasa sakit dan terlihat adanya bengkak pada kulit yang seringkali berujung menjadi sebuah luka. Bengkak yang nampak seperti bentol pada kulit terjadi pada bagian tubuh yang terkena infeksi, dan itu biasanya terjadi pada vagina, penis, anus atau dubur. Pengobatan penyakit sifilis pada pria pada tahap awal ini seringkali tidak dilakukan, sehingga orang tersebut dapat menularkannya pada orang lain atau kepada pasangannya, baik dengan ia sadari maupun tanpa ia sadari.

Adapun gejala pada tahap sekunder adalah timbulnya bagian yang kasar, ruam coklat kemerahan serta bintik pada bagian telapak tangan dan juga telapak kaki. Ruam tersebut dapat berkembang serta berpindah pada tubuh bagian lain, termasuk pada bagian leher dan dada. Ruam yang muncul akibat penyakit sipilis biasanya tidak terlalu mengganggu dan seringkali serupa dengan ruam akibat penyakit lain. Meski dengan gejala seperti ini, pengobatan penyakit sipilis pada pria sering masih diabaikan dan akibatnya adalah selain bisa berkembang ke tahap lebih lanjut, si penderita juga kadang belum sadar bahwa dirinya sudah terjangkit penyakit sifilis, sehingga ia masih melakukan kontak fisik (hubungan badan) dengan orang lain, dan hal ini tentu saja dapat menyebabkan penularan penyakit ini. Gejala-gejala lainnya yang kemungkinan muncul pada tahap sekunder antara lain pembengkakan kelenjar, rasa sakit kepala, timbulnya demam, rambut rontok, dan badan terasa tidak enak.

Pengobatan terhadap penyakit sifilis benar-benar tidak dilakukan sama sekali saat seseorang sudah terjangkit penyakit sifilis pada tahap ke 3 atau tahap laten (atau tersembunyi), sebab pada tahap laten ini gejala yang berasal dari tahap primer serta tahap sekunder sudah tidak nampak lagi. Selama tahap laten, seseorang sama sekali tidak menunjukan gejala penyakit sipilis namun ia masih memiliki bakteri atau kuman sipilis di tubuhnya sehingga masih bisa terus menularkan penyakit ini kepada orang lain.

Meski pengobatan penyakit sifilis pada pria tidak dilakukan sama sekali, gejala yang timbul pada sebagian besar pria tidak pernah berlanjut ke tahap akhir atau sering juga disebut dengan tahap penyakit sifilis tersier. Tahap akhir dapat terjadi antara 10 hingga 20 tahun lebih, setelah seseorang pertama kali terjangkit penyakit ini. Namun kerusakan yang cukup serius dapat terjadi pada organ-organ tubuh seperti pada jantung, otak, dan sistem saraf. Gejala tersebut bisa berupa kelumpuhan, kebutaan, serta menurun atau hilangnya fungsi mental. Saat seorang pria sadar bahwa dia terjangkit penyakit sipilis, pasti akan cukup sulit untuk menyampaikan hal itu kepada pasangan (istri) nya. Cara yang paling tepat dan bijaksana adalah berterus terang, karena mungkin saat si pria menyadari dia sudah terjangkit sifilis, si istri juga sudah tertular olehnya, jadi jika ia berterus terang, mereka bisa melakukan pengobatan secara bersama-sama.